Rabu, 28 Desember 2011


MINYAK DAN LEMAK
PENETAPAN LEMAK KASAR METODE EKSTRAKSI SOXHLET
(Laporan Pratikum Biokimia Tanaman)

















Oleh :
VIYAN KRISTIANTO
E1A210063
Kelompok V









FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2011
PENDAHULUAN

Lemak dan minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa organik yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya dietil eter, Kloroform, benzena dan hidrokarbon lainnya, lemak dan minyak dapat larut dalam pelarut yang disebutkan di atas karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut. Lemak dan minyak merupakan senyawaan trigliserida dari gliserol. Jadi lemak dan minyak juga merupakan senyawaan ester . Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang. Dalam pembentukannya, trigliserida merupakan hasil proses kondensasi satu molekul gliserol dan tiga molekul asam lemak (umumnya ketiga asam lemak tersebut berbeda –beda), yang membentuk satu molekul trigliserida dan satu molekul air (Netti, 2002).
Lemak dan minyak merupakan bahan yang sebagian besar dikandung bahan-bahan dan produk-produk pertanian. Dengan diketahui kadar lemak dari suatu bahan, maka dapat ditentukan bahwa bahan tersebut merupakan sumberlemak atau bukan sumber lemak. Selain itu, apabila diketahui kadar lemak dalam suatu bahan,  maka dalam penyimpanan bahan tersebut perlu diperhatikan agar tidak terjadi proses hidrolis atau oksidasi terhadap lemak yang mengakibatkan menurunya mutu bahan tersebut (Netti, 2002).
Analisa lemak dan minyak yang umum dilakukan dapat dapat dibedakan menjadi tiga kelompok berdasarkan tujuan analisa, yaitu Penentuan kuantitatif, yaitu penentuan kadar lemak dan minyak yang terdapat dalam bahan mkanan atau bahan pertanian, Penentuan kualitas minyak sebagai bahan makanan, yang berkaitan dengan proses ekstraksinyac atau ada pemurnian lanjutan, misalnya penjernihan (refining), penghilanganbau (deodorizing), penghilangan warna (bleaching). Penentuan tingkat kemurnian minyak ini sangat erat kaitannya dengan daya tahannya selama penyimpanan,sifat gorengnuya,baunya maupun rasanya.tolak ukur kualitas ini adalah angka asam lemak bebasnya (free fatty acid atau FFA), angka peroksida ,tingkat ketengikan dan kadar air (Netti, 2002).
Penentuan sifat fisika maupun kimia yang khas ataupun mencirikan sifat minyak tertentu. data ini dapat diperoleh dari angka iodinenya,cangka Reichert-Meissel,cangka polenske,cangka krischner,cangka penyabunan, indeks refraksi titik cair, angka kekentalan, titik percik, komposisi asam-asam lemak, dan sebagainya (Mona, 2008).
Tabel 1. Perbedaan minyak dengan lemak

Jenis
Lemak
Minyak
Ikatan rangkap
Sedikit
Banyak
Titik leleh
Tinggi
Rendah
Wujud
Padat
Cair
Sumber
Umumnya dari hewani
Umumnya dari tumbuhan
Reaktifitas
Tidak mudah tengik
Mudah tengik

Salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mengisolasi lemak dari suatu bahan sekaligus menentukan kadar lemaknya adalah dengan metode ekstraksi soxhlet. Metode soxhlet merupakan metode ekstraksi yang bersifat semi kontinu. Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan peralatan labu lemak yang disambung dengan alat destilasi soxhlet atau kondesor ataupun ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Soklet terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping, still pot (wadah penyuling), bypass sidearm, thimble selulosa, extraction liquid, syphon arm inlet, syphon arm outlet, expansion adapter, condenser (pendingin), cooling water in, dancooling water out. Metode soxhlet ini dipilih umumnya karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu, sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi. Waktu yang digunakan lebih cepat. Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan  untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas (Candra, 2010).
Tujuan dari pratikum ini adalah untuk memahami cara melakukan analisis lemak kasar dengan metode ekstraksi soxhlet, melakukan perhitungan kadar lemak kasar, dan mampu menganalisis kadar lemak berbagai jenis bahan atau produk pertanian.










BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
1.        Tepung terigu 
2.        Petrolium benzene
Alat
1.        Alat eksrtaksi lemak lengkap dengan kondesor dan labu lemak
2.        Alat pemanas listrik atau penangas uap
3.        Oven
4.        Neraca analitik
5.        Desikator
6.        Labu lemak
7.        Kertas saring
Waktu dan Tempat
Pratikum ini dilaksankan pada hari Rabu, 30 November 2011 pada pukul 12.00 bertempat di Laboratorium Analisis Kimia Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.




Prosedur Kerja
1.        Ambil labu lemakyang ukurannya sesuai dengan alat ekstraki soxhlet yang akan digunakan, keringkan dalam oven, dinginkan dalam desikator dan timbang.
2.        Timbang 3 gram sampel dalam bentuk tepung dan kering serta langsung dimasukan ke dalam kertas saring, yang sesuai ukuranya kemudian tutup dengan kapas yang bebas lemak. Sebagai alternatif sampel dapat dibungkus dengan kertas saring.
3.        Letakkan timbel atau kertas saring yang berisi sampel tersebut dalam alat ekstraksi soxhlet, kemudian pasang alat kondesor diatasnya dan labu lemak pemisah dibawahnya.
4.        Tuangkan pelarut dietil eter atau petroleum eter kedalam labu lemak secukupnya sesuai dengan ukuran soxhlet yang digunakan.
5.        Larutkan refluks selama minimun 5 jam sampai pelarut yang kembali kelabu berwarna jernih.
6.        Destilasi pelarut yang ada didalam labu lemak, tampung pelarutnya. Selanjutnya labu lemak yang berisi lemak hasil ekstraksi dipanaskan dalam oven pada suhu 150.
7.        Setelah dikeringkan sampai berat tetap dan didinginkan dalam desikator, timban labu beserta lemaknya tersebut. Berat lemak dapat dihitung.




HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
            Diketahui dari hasil praktikum yang telah dilakukan berat sampel adalah 5 gram, berat labu lemak adalah 96,1 gram, berat akhir adalah 97,2 gram, dan didapatkan hasil % lemak adalah 22 %.

Pembahasan
Soxhlet merupakan alat yang terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping, still pot (wadah penyuling) bypass sidearm, thimble selulosa, extraction liquid, syphon arm inlet, syphon arm outlet, expansion adapter, condenser (pendingin), cooling water in, dan cooling water out. Soxhlet biasa digunakan dalam pengekstrasian emak pada suatu bahan makanan. Metode soxhlet ini dipilih karena pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang dialirkan melalui sifon tetap tinggal dalam labu, sehingga pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampel selalu baru dan meningkatkan laju ekstraksi. Waktu yang digunakan lebih cepat. Kerugian metode ini ialah pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksi senyawa yang tahan panas. Prinsip soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya sehingga terjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik. Penetapan kadar lemak dengan metode soxhlet ini dilakukan dengan cara mengeluarkan lemak dari bahan dengan pelarut anhydrous. Pelarut anhydrous merupakan pelarut yang benar-benar bebas air. Hal tersebut bertujuan supaya bahan-bahan yang larut air tidak terekstrak dan terhitung sebagai lemak serta keaktifan pelarut tersebut tidak berkurang. Pelarut yang biasa digunakan adalah pelarut hexana. Proses ekstraksi lemak kasar dilakukan selama 6 jam. Setelah proses ekstraksi selesai, pelarut dan lemak dipisahkan melalui proses penyulingan dan dikeringkan.
Pada umumnya metode Soxhlet merupakan metode ekstraksi yang bersifat kontinu. Metode ini merupakan peralatan labu lemak yang disambungkan dengan alat destilasi Soxhlet dan Kondensor. Lemak dapat diisolasi dengan mengekstraksinya menggunakan pelarut non polar, sedangkan sampel kering yang akan diisolasi lemaknya dibungkus dengan kertas saring. Prinsip penetapan kadar lemak kasar yaitu lemak diekstrak dengan pelarut non polar, seperti heksana dan dietil eter. Setelah pelarutnya diuapkan, lemaknya dapat ditimbang dan dihitung persentasenya.
Dari hasil praktikum yang telah kami lakukan awal mulanya kami menimbang sampel kemudian sampel tersebut dicampurkan dengan petrolium benzena. Setelah itu larutan sampel kacang tanah didihkan dengan pendingin balik (destilasi) sampai mendidih mengeluarkan uap. Petrolium benzene ini bersifat cepat larut sehingga saat didihkan larutan ini cepat menguap walaupun dalam keadaan belum mendidih. Setelah larutan mulai mendidih maka dimulailah menghitung untuk  didihkan lagi selama empat jam. Setelah empat jam maka labu lemak dipanaskan dioven kemudian didinginkan dalam desikator dan timbang serta hitung lemaknya. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan maka, kandungan lemak yang ada pada sampel tepung terigu ini sebesar .














KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1.                  Dari hasil pengamatan yang diperoleh, lipid larut dalam pelarut organik seperti kloroform, atau eter tetapi tidak larut dalam air.
2.                  Lemak dan minyak adalah suatu senyawa yang sering juga disebut dengan triasilgliserol, yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak. Lemak merupakan triasilgliserol dalam bentuk padat dalam suhu kamar, sedangkan minyak merupakan triasilgliserol dalam bentuk cair dalam suhu kamar.
3.                  Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan maka, kandungan lemak yang ada pada sampel tepung terigu ini sebesar 22 %. 

Saran
            Dalam pelaksanaan praktikum penetapan serat kasar ini, para praktikan harus mengikuti praktikum dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang optimal.





DAFTAR PUSTAKA
Netti. 2002. Lemak dan minyak. http://repository.usu.ac.id.pdf. Diakses pada tanggal  5 Desember 2011.

Mona. 2008. Lemak dan minyak. http://wordpress.com. Diakses pada tanggal  5 Desember 2011.

Candra. 2010. ekstraksi lemak kasar menggunakan soxhlet  extractor. http://eskariachandra.wordpress.com. Diakses pada tanggal  5 Desember 2011.

 













LAMPIRAN
      
       Sampel kelapa yang telah                       Labu Lemak
      dihaluskan

      
        Sampel yang ditimbang            Sampel yang dihaluskan

        
    Sampel yang telah dibungkus       Labu lemak yang telah di isi
dengan kertas saring                           dengan
      

      

      

0 komentar:

Posting Komentar